Banyak alasan mengapa nama Dahlan Iskan asyik dan menarik dibicarakan. Mulai dari julukan seorang menteri nyentrik, menteri yang tak mau menerima gaji, menteri yang tak malu naik ojek, menteri yang suka nyopir sendiri, menteri yang tak mau fasilitas negara, menteri yang suka jalan kaki dan senam bersama ibu-ibu di Monas, dan lain sebagainya.
Di mata rakyat, sosok seperti Dahlan Iskan memang pantas dipergunjingkan, diperbincangkan, dan dijadikan topik bahasan. Ketika rakyat makin apriori dengan penyelenggaraan kekuasaan yang kian korup, dengan perilaku hukum yang kian jauh dari keadilan, dengan praktik demokrasi yang makin tidak memihak pada rakyat, Dahlan Iskan justru hadir dengan seberkas cahaya lilin di tangan. Walau hanya secercah cahaya, cukup menjadi bukti bahwa dalam kegelapan tetap selalu ada seberkas sinar. Walau hanya secercah cahaya, cukup menjadi bukti bahwa dalam kegelapan tetap selalu ada seberkas sinar harapan.
Dalam buku ini, Penulis tidak melebih-lebihkan kelebihan Dahlan yang memang punya banyak kelebihan, juga tidak mengurangkan kekurangan Dahlan sebagai manusia biasa, yang memang memiliki banyak kekurangan.
Judul:
Dahlan Iskan Sang Pendobrak
Penulis:
Sholihin Hidayat
Abdul Ghofar Mistar
Penerbit:
Elex Media Komputindo
Harga:
Rp 54.800,-

Posted by gramediamatraman 




