Kaya Rasa, Kaya Makna

Kaya Rasa, Kaya Makna

Kaya Rasa, Kaya Makna

Ingat kaya lupa bahagia, itulah tema banyak kehidupan. Ketika miskin tidak bisa makan enak karena tidak punya uang, setelah kaya lagi-lagi tidak bisa makan enak karena dilarang dokter. Tatkala hidup sederhana tidak sempat berbahagia bersama keluarga karena terlalu sibuk mencari nafkah, setelah kaya lagi-lagi tidak bisa berbahagia bersama keluarga karena keburu bubar (ada yang bercerai, ada yang meninggal).

Berempati dengan banyak kehidupan yang kelelahan seperti inilah, kemudian Gede prama mengajak pembaca untuk mengejar harta secukupnya, kemudian mengalokasikan waktu untuk mengolah bahan-bahan kehidupan.

Sebagaimana dicontohkan oleh kehidupan Presiden AS Barack Obama yang latar belakangnya tidak disukai banyak orang (orang tuanya bercerai ketika umurnya masih kanak-kanak, dipelihara ayah tiri di negeri yang jauh, dll.), yang terpenting bukan apa yang terjadi dalam kehidupan, melainkan bagaimana mengolahnya menjadi indah.

Serupa simfoni dengan alat musik yang beragam, hidup juga berisi beragam bahan (naik-turun, dipuji-dicaci), tapi ia yang berhasil mengolah bahan-bahan kehidupan akan mendengar simfoni indah di dalam diri. Serupa sampah yang diolah indah oleh Ibu Pertiwi menjadi bunga, bahkan kemarahan pun bisa diolah indah menjadi keteduhan. Inilah tanda-tanda manusia yang mulai kaya rasa sekaligus kaya makna.

Hadiri talkshow bersama Gede Prama, di Toko Buku Gramedia Matraman pada hari Minggu, 21 Juni 2009, pukul 13.00 – 15.00 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: