Message from an Unknown Chinese Mother

March 2, 2011

Message from an Unknown Chinese Mother

Kisah-kisah sejati Ibu yang kehilangan Buah Hati…

Buku ini ditulis oleh seorang jurnalis dan penyiar radio di China, seorang perempuan yang juga merindukan pelukan ibu biologisnya. Bukunya telah dipublikasikan dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa. Berkat keberanian dan dorongan anak-anak adopsi, penulis mengisahkan perempuan China yang terpaksa menelantarkan bayi perempuan mereka. Penulis berbagi pemikiran dan perasaan mengenai para ibu dan hidup dengan putri adopsi…

Judul:
Message from an Unknown Chinese Mother
Penulis:
Xinran
Penerbit:
Kompas
Harga:
Rp 49.000,-

Advertisements

Rumah Tanpa Jendela

March 2, 2011

Rumah Tanpa Jendela

Rara, bocah perempuan penghuni perkampngan kumuh. Ia punya mimpi sederhana: memiliki jendela untuk rumah tripleksnya, agar dari dalam rumah ia bisa menatap keindahan bulan dan senyuman matahari.

Mimpi bukan cuma milik Rara. Dua pemuda mengimpikan sosok perempuan yang sama. Seorang gadis bermimpi untuk kemudian menyerah dan terlupakan. Seorang bocah laki-laki bermimpi mendapat kehangatan keluarga, juga uluran persahabatan yang tulus.

Tapi tak semua mimpi bertakdir jadi kenyataan. berbagai peristiwa tragis tak hanya menjauhkan Rara dari mimpinya, juga dari kasih orang-orang tercinta. bagaimana ia dapat melanjutkan hidup, ketika satu persatu kebahagiaan dan sumber impian kembali ke pangkuanNya?

sebuah cerita sederhana karya Asma Nadia tentang cinta dan persahabatan yang menggetarkan. Disajikan dalam bentuk novel dan diskenariokan dengan apik oleh Aditya Gumai dan Adenin Adlan. Telah diangkat ke layar lebar sebagai film berjudul sama.

Judul:
Rumah Tanpa Jendela
Penulis:
Asma Nadia
Penerbit:
Kompas
Harga:
Rp 68.000,-


Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau

March 2, 2011

Kicau Kacau

Mari berandai-andai…
Jika Indra Herlambang adalah seekor burung, termasuk jenis burung apakah dia?

Djenar Maesa Ayu: Burung Cucakrowo. Kalau udah berkicau nggak bisa berhenti. Untung suaranya bagus. Indra seperti itu. Cerewet. Tapi yang diomongin tetap ada isinya. Jadi selalu enak untuk didengar.

Ersamayori: Indra itu burung Kakaktua. Soalnya keren dan merupakan salah satu burung yang paling pandai bicara. Plus, dia sudah saya anggap sebagai kakak. Dan kebetulan sudah tua. Jadi pas, kan?

Joko Anwar: Burung Merak. Soalnya dia gagah sekaligus cantik.

Raditya Dika: Menurut gue, kalo Indra Herlambang itu burung, maka dia adalah Road Runner! Entah itu burung jenis apa, tapi yang jelas kaya tulisannya Indra: Lincah, cerdas, dan kencang. Beep! Beep!

Tentu saja. Indra bukan burung.
Satu-satunya kemiripan dia dengan burung adalah kegemarannya untuk berkicau.
Di mana saja. Kapan saja.
Baik di radio, televisi, panggung, twitter, majalah, bahkan terkadang di saat dia tidur.
Buku ini mencoba mengumpulkan kicauannya.
Soal gaya hidup, cinta, Jakarta, Indonesia, dan keluarga.
Banyak yang serius, lebih banyak lagi yang kocak.
Yang pasti selalu kacau. Karena dia selalu galau.

Judul:
Kicau Kacau
Curahan Hati Penulis Galau

Penulis:
Indra Herlambang
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Harga:
Rp 65.000,-