Syukur Tiada Akhir: Jejak Langkah Jakob Oetama

September 27, 2011

Syukur Tiada Akhir: Jejak Langkah Jakob Oetama

Perjalanan Harian Kompas -yang terbit pertama tanggal 28 Juni 1965 dan didirikan oleh Petrus Kanisius Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama- tak bisa lepas dari tiga titik balik yang menentukan. Pertama, keputusan Jakob Oetama siap memikul tanggung jawab menandatangani surat permintaan maaf, dini hari 5 Oktober 1978. Kedua, keputusan Jakob Oetama memilih profesi jurnalistik sebagai panggilan hidup. Ketiga, kepergian P.K. Ojong yang mendadak tanggal 31 Mei 1980, padahal selama ini urusan bisnis menjadi tanggung jawabnya, sementara urusan redaksi tanggung jawab Jakob Oetama.

Apa yang bakal terjadi andaikan Jakob Oetama tidak mengambil alih tanggung jawab? Kompas mungkin akan tinggal nama, menjadi salah satu fosil korban pemberedelan. Andai Jakob Oetama menjadi dosen dan dikirim mengambil program doktor di Universitas Leuven, Belgia atau University of Columbia, AS seperti yang dijanjikan, mungkin tidak akan lahir koran dengan terobosan-terobosan mencerahkan, yang merupakan bagian dari usaha survival-nya di bawah pemerintahan represif Soeharto.

Banyak pengandaian yang lain, yang jelas sekian suku usaha tumbuh dan berkembang di bawah nama Jakob Oetama, sosok sederhana yang lebih senang disebut wartawan daripada pengusaha; yang selalu menyebut keberhasilan Kompas adalah berkat kerja keras, sinergi, dan karena diberkati Allah. Seolah-olah semua terjadi secara kebetulan, tetapi sebenarnya semua terjadi berkat penyelenggaraan Allah (providentia dei).

Un journal c’est un monsieur, koran itu bersosok, kata pepatah Perancis. Karena sosok Jakob Oetama, Kompas pun bersosok. Begitu pula sebaliknya.

Deus, gratias agimus tibi. Tuhan, kami bersyukur pada-Mu!

Judul:
Syukur Tiada Akhir: Jejak Langkah Jakob Oetama
Penyusun:
St. Sularto
Penerbit:
Penerbit Buku Kompas
Harga:
Rp 98.000,-


Mimpi Sejuta Dolar

September 27, 2011

Mimpi Sejuta Dolar

Titik awal keberhasilan adalah impian.

Dari seorang mahasiswi dengan ekonomi pas-pasan, Merry Riana, anak muda Indonesia, menjelma menjadi miliuner muda dan diakui sebagai pengusaha sukses, motivator yang sangat dinamis, serta pengarang buku terlaris di Singapura. Melewatkan masa kuliah yang penuh dengan keprihatinan finansial di Nanyang Technological University, Merry kemudian menciptakan perubahan paradigma berpikir dan memulai suatu perjuangan dengan konsep dan etos kerja keras luar biasa. Akhirnya, dia berhasil meraih penghasilan 1 juta dolar di usia 26 tahun.

Kini Merry ingin menciptakan dampak positif di dalam kehidupan banyak orang, terutama di Indonesia.

Buku ini berisi pengalaman perjuangan Merry beserta hikmah yang sangat inspiratif dan bisa diterapkan untuk mencapai sukses dalam kehidupan.

“Apa yang dilakukan Merry Riana adalah salah satu contoh bahwa usia tidak membatasi kita untuk sukses, melainkan keuletan dan kerja keras yang menjadi kuncinya.”
–Andy F. Noya, Host Program Kick Andy

“Saya suka cara Merry Riana membagi kisah perjuangan hidupnya, cara dia memandang hidup, dan cara dia memberikan motivasi tanpa menggurui.”
–Ronal Surapradja, Penyiar, Host, Aktor, Musisi, Pekerja Seni

“Terus berkarya yaah Mbak Merry Riana, semoga selalu menjadi inspirasi buat kita semua….”
–Nycta Gina “Jeng Kelin”, Pemain Sinetron, Bintang Iklan, Presenter

“Merry Riana mengajarkan pada kita bagaimana impian yang diselimuti tekad, keyakinan, dan kerja keras bisa membuahkan keberhasilan.”
–Yuanita Christiani, Actress, Host

Judul:
Mimpi Sejuta Dolar
Penulis:
Alberthiene Endah
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Harga:
Rp 63.000,-


The Coke Machine

September 14, 2011

The Coke Machine

Mungkin tidak terlalu mengejutkan melihat Coca-Cola Company harus menghadapi ketidakadilan ini. Dalam era yang penuh kesinisan, sangatlah lumrah untuk meyakini bahwa perusahaan-perusahaan mulai dari Halliburton sampai ExxonMobil terdorong untuk melakukan kejahatan demi mencapai tujuan kapitalisme: keuntungan. Dorongan tersebut sedemikian hebatnya sampai mereka mampu menutup mata terhadap konsekuensi-konsekuensi terburuk kegiatan mereka.

Khusus untuk Coca-Cola Company, ia mewakili sebuah kasus yang istimewa. Coca-Cola Company bukan hanya sebuah perusahaan multinasional raksaksa Amerika, tetapi juga sebuah simbol budaya pop yang dicintai, yang menjadi simbol kesatuan dan harmoni dengan biaya tidak sedikit, sehingga membuatnya dihargai jutaan orang di seluruh dunia. Menuduh Coca-Cola Company mendalangi pembunuhan, layaknya menuduh Santa Claus adalah seorang pedofil.

Buku ini berusaha untuk mengupas Coca-Cola, sebuah merek minuman ringan terkenal di dunia, hingga ke lapisan terdalamnya. Michael Blanding menyajikan sebuah laporan penelitian yang menyeluruh dan kontroversial, serta menggugah siapa pun yang membaca buku ini.

Tuduhan terhadap Coca-Cola Company tidak hanya sebatas tuduhan mendalangi pembunuhan, tetapi juga merusak lingkungan, menyebabkan penyakit, dan melakukan eksploitasi. Bersiaplah untuk mendapatkan pemandangan yang lain dari sebuah simbol budaya pop modern setelah membaca buku ini.

Judul:
The Coke Machine
Penulis:
Michael Blanding
Penerbit:
Elex Media Komputindo
Harga:
Rp 99.800,-


Quality Implementation (QI)

September 14, 2011

Quality Implementation (QI)

“Tanpa implementasi berkualitas, sebuah strategi dan rencana hanyalah setumpuk kertas pembungkus kacang.”

Persaingan dewasa ini bukan lagi pada tataran strategi melainkan pada Implementasi. Banyak organisasi mempunyai rencana dan strategi yang sangat bagus di atas kertas, tapi ternyata tidak bisa dijalankan. Akibatnya jelas: Target dan tujuan organisasi jauh dari harapan.

Ironisnya, masih sedikit referensi yang mengupas akar permasalahan gagalnya implementasi di banyak organisasi dan bagaimana implementasi yang optimal bisa dijalankan. Ada faktor-faktor penting yang bila ditangani dengan baik akan membuat organisasi bisa dengan cepat menjalankan strategi dan rencana yang sudah diputuskan.

Buku ini sangatlah relevan menjawab Solusi Implementasi tersebut karena konsep yang ditawarkan merupakan langkah-langkah praktis yang sudah diterapkan selama bertahun-tahun oleh para praktisi di perusahaan di tanah air. Dan kelebihan buku ini juga didukung oleh kesediaan beberapa perusahaan tersebut untuk membagikan proses yang mereka jalani sampai membuahkan hasil.

“Saya kira siapa pun mengerti benar bahwa organisasi yang kuat harus didukung oleh tim kerja yang kuat. Namun, tidak semua mengerti bagaimana membentuk tim yang solid agar target yang dibebankan bisa tercapai. Buku ini menuntun kita untuk dengan jeli membedah semua persoalan yang timbul maupun potensi masalah yang mungkin akan muncul. Bisa jadi persoalan ada pada diri kita sebagai leader, atau hal yang selama ini kita anggap bukan masalah sebenarnya adalah hambatan utama.” –Hasnul Suhaimi, President Director PT XL Axiata Tbk. (XL)

Judul:
Quality Implementation (QI)
Penulis:
Kevin Wu
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Harga:
Rp 50.000,-


Battle Hymn of the Tiger Mother

September 13, 2011

Battle Hymn of the Tiger Mother

– Nilai anak di sekolah harus sempurna.
– Anak harus menjadi juara 1 di sekolah. Ini harga mati, tidak ada tawar-menawar.
– Anak harus pintar bermain musik. Kalau perlu dengan berlatih amat keras setiap hari, bahkan di hari libur dan saat berlibur sekalipun.
– Alat musiknya harus yang sulit dimainkan, yaitu piano atau biola—tidak boleh yang lain.
– Anak harus patuh dan hormat pada orangtua, apa pun yang terjadi.
– Anak tidak boleh menginap untuk main di rumah teman.
– Anak tidak boleh nonton TV atau main permainan komputer.
– Anak tidak boleh memilih sendiri kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Banyak orang kagum pada orangtua China yang bisa mencetak begitu banyak genius matematika dan pemusik berbakat. Mereka ingin tahu seperti apa keluarga China itu dan apakah mereka bisa menerapkan didikan ala orangtua China kepada anak mereka.

Seorang ibu China yang teguh memegang nilai-nilai tradisi China menceritakannya untuk Anda dengan blak-blakan….

Dengan bahasa yang ringan namun cerdas dan kadang jenaka, Amy Chua mengungkapkan bagaimana dia menganggap mendidik anak ala China jauh lebih baik daripada ala Barat. Bagaimana benturan antar-budaya membuatnya “berperang” dengan anak-anaknya, suaminya, bahkan dengan orangtua China-nya sendiri, dan bagaimana dia “dikalahkan” oleh anaknya yang berusia tiga belas tahun.

“Kalau Anda menganggap diri ambisius soal anak, buku ini akan membuat Anda berpikir ulang… filsafat Amy Chua dalam membesarkan Anak bisa jadi keras dan tidak cocok untuk orang yang lemah hati, tetapi perlu kita tanyakan pada diri sendiri: apakah cara ini lebih kejam dibandingkan gaya santai dalam membesarkan anak yang banyak dianut saat ini? Jutaan anak Inggris nampaknya butuh bantuan seorang Mama Macan untuk membina mereka.”
Daily Telegraph

“Kisahnya membuat kita bertahan membaca hingga akhir, layaknya menonton film yang menegangkan.”
Financial Times

Judul:
Battle Hymn of the Tiger Mother
Cara Mendidik Anak Agar Sukses Cara China

Penulis:
Amy Chua
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Harga:
Rp 58.000,-


Ketika Mas Gagah Pergi… dan Kembali

September 13, 2011

Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali

Gita selalu bangga pada abangnya yang ia panggil Mas Gagah. Namun suatu hari Mas Gagah berubah! Berubah pula semua kehidupan Gita. Dan ketika kemudian Mas Gagah pergi, apa yang terjadi dengan Gita? Siapa Nadia Hayuningtyas dan lelaki berkemeja kotak-kotak yang selalu Gita lihat di dalam bus, kereta api dan di berbagai tempat itu? Dan mengapa lelaki itu mengingatkannya pada Mas Gagah?

Dikembangkan dari sebuah karya legendaris, yang sangat menggetarkan dan membangkitkan semangat belajar Islam para remaja Indonesia sejak pertamakali diterbitkan di Majalah Annida 1993, hingga sekarang
(Asma Nadia)

Judul:
Ketika Mas Gagah Pergi… dan Kembali
Penulis:
Helvy Tiana Rosa
Penerbit:
Asma Nadia Publishing House
Harga:
Rp 45.000,-


Chicken Soup for the Chocolate Lover’s Soul

September 13, 2011

Chicken Soup for the Chocolate Lover's Soul

Cokelat adalah benda kebahagiaan yang dapat mendongkrak suasana hati. Benda manis itu akan mendarat di lidah kita, meleleh perlahan ke dalam suatu rasa yang kaya, berkrim, dan manis yang menenangkan ujung-ujung indra pencecap dan entah bagaimana menjadikan kita merasa lebih baik.

Cokelat lebih dari sekadar makanan, lebih dari sekadar suguhan. Cokelat adalah gairah, bahkan kebutuhan, yang harus dimiliki. Kadang cokelat menjadi kesenangan sederhana yang bisa membantu menenangkan hari yang paling rumit.

Saat membaca berbagai kisah serta pengalaman nyata dari orang-orang dalam segala usia, ras, dan latar belakang ini, Anda—para penggemar dan penggila cokelat—akan merasa nyaman dan tidak merasa bersalah karena mayoritas manusia pun menikmati dan menganggap berharga nafsu mereka akan cokelat. Satu hal yang kita tahu: kehidupan ini terlalu singkat untuk dijalani tanpa cokelat.

Judul:
Chicken Soup for the Chocolate Lover’s Soul
55 Kisah Inspiratif tentang Menikmati Hidup dalam Momen-Momen Paling Manis

Penulis:
Jack Canfield, dkk.
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Harga:
Rp 50.000,-